Sedang Membuka Halaman Yang Dituju... Mohon Ditunggu



BERITA

Seputar RSUD Bayu Asih

Promkes.jpg
26/May/2022

Memperingati Hari Stroke Sedunia pada tanggal 29 Oktober 2019, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) beserta teman-teman dari KSM Neurologi menyelenggarakan penyuluhan yang dilakukan dengan  dr. Zuhaira Syam, Sp.S, M.Kes dan dr. Murti Astuti, Sp.S sebagai narasumber, dalam penyampain penyuluhan dilakukan disekitar klinik Syaraf dan Stroke RSUD Bayu Asih.

Sasaran penyuluhan ini lebih kepada pasien-pasien stroke, para pengunjung rumah sakit serta keluarga-keluarga pasien stroke yang sedang dirawat di RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

Dalam penyampaiannya, dr. Zuhaira Syam, Sp.S, M.Kes menjelaskan tentang apa itu stroke, seberat apakah penyakit stroke dan bagaimana cara pencegahan serta mengetahui bagaimana gejala dan tanda-tanda stroke terjadi. Sedangkan dr. Murti Astuti, Sp.S lebih menjelaskan bagaimana penanganan Stroke Infark Akut.

Stroke adalah penyakit pembuluh darah Otak. Definis munurut WHO, Stroke adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa deficit neurologic fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.

Stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia. Menurut data WHO pada tahun 2011, stroke merupakan penyebab kematian kedua dan kecacatan dengan angka 6.15 juta kematian per tahun / 10.8% setelah penyakit jantung dengan angka 7.25 juta kematian per tahun/12.8 % dan penyebab kematian nomor satu menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Penyebab Stroke adalah karena terjadinya penyumbatan, penyempitan, serta pecahnya pembuluh darah yang menuju ke otak sehinga asupan darah dan juga oksigen menuju ke otak semakin menurun dan bisa menyebabkan serangkaian darii terjadinya reaksi biokimia yang bisa membuat sel-sel saraf otak menjadi mati.

Faktor- faktor resiko stroke, meliputi :

Yang tidak dirubah

  • Faktor usia
  • Fakto RAS
  • Faktor Jenis kelamin
  • Faktor riwayat keluarga stroke / TIA (Transient Ischemic Attack)
  • Yang dapat dirubah

Pada faktor ini dikelompokan menjadi 2 kelompok factor yang dapat dirubah, yaitu :

  1. Faktor kesehatan :
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Dislipidemi
  • Stenosis karotis
  • Penyakit Sickle Cell

2.  Faktor gaya hidup :

  • Merokok
  • Faktor diet
  • Obesitas
  • Inaktifitas fisik
  • Terapi hormon

 

 

Gejala dan tanda-tanda terjadinya stroke dengan mengingat slogan “SeGeRa Ke RS”;

  • Senyum tidak simetris atau mencong ke satu sisi, tersedak, dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan.
  • BicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.
  • Kebas atau baal, kesemutan separuh badan
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.

Langkah utama untuk mencegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke, antara lain:

  1. Mengatur Pola Makan

Hindari konsumsi garam yang berlebihan dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Jenis makanan yang rendah lemak dan tinggi serat sangat disarankan untuk kesehatan. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.

  1. Melakukan Olahraga yang teratur

Melakukan aktivitas fisik aerobic (jalan cepat, bersepeda, berenang dll) secara teratur minimum 3x/minggu dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki kebiasaan makan dan menurunkan berat badan.

  1. Menghentikan kebiasaan merokok

Bisa menyebabkan peninggian koagubilitas, viskositas darah, meninggikan TD, menaikkan Ht dan menurunkan HDL

  1. Menghindari Minum Alkohol dan Penyalahgunaan Obat-obatan terlarang

Penyalahgunaan obat seperti kokain, heroin penilpropanolamin dan mengkonsumsi alcohol dalam dosis berlebihan dan jangka panjang (abuse alcohol) memudahkan terjadinya stroke

  1. Penanganan Stres dan beristirahat yang cukup

Istirahat cukup dan tidur teratur (6-8 jam sehari).

Mengendalikan stress : berpikir positif, pekerjaan satu persatu, ramah. Mensyukuri hidup, mendekatkan diri pada Tuhan YME

  1. Pemeriksaan Kesehatan secara teratur dan taat anjuran dokter dalam hal diet dan Obat

Kontrol faktor resiko teratur : Peny. Jantung, Hipertensi, Dislipidemia, Diabetes.

Pengobatan teratur, diet dan gaya hidup sehat. Kesehatan gigi  dan mulut diperhatikan secara teratur.

Seperti pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Deteksi dini tentang gejala-gejala stroke, cegah dengan pola-pola hidup sehat dan semoga kita terus berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan terus diberikan kesehatan baik di dunia maupun di akhirat.

Salam sehat!