Sedang Membuka Halaman Yang Dituju... Mohon Ditunggu



BERITA

Seputar RSUD Bayu Asih

26/May/2022

RSUD Bayu Asih melaksanakan vaksinasi tahap 3 (tiga) untuk para lansia.

Sudah 3 sesi vaksinasi kami layani sejak tanggal 10, 17 dan 24 April 2021 bagi para lansia di lingkungan Kabupaten Purwakarta. Kami sebagai vaksinator yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan sudah melayani lebih dari 300 orang sasaran vaksinasi.

Vaksinasi di RSUD Bayu Asih kami laksanakan setiap hari Sabtu, agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan dan tidak mengakibatkan kerumunan berlebihan dengan pengunjung lainnya. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di area pelayanan rawat jalan, menggunakan beberapa poliklinik sebagai ruang skrining dan ruang vaksin.

Untuk bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi lansia, masyarakat yang berusia lebih dari 59 tahun bisa mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta atau puskesmas setempat dengan menyertakan KTP dan nomor telepon calon peserta vaksin. Pelayanan vaksinasi ini tidak dipungut biaya (GRATIS) karena semua vaksin dijamin oleh pemerintah.

 


26/May/2022

Jum’at, 16 April 2021, para manajemen dan tim zona integritas RSUD Bayu Asih melakukan Penandatanganan Deklarasi Membangun Zona Integritas menjadi Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Penandatanganan juga di ikuti oleh para staf pegawai di lingkungan RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, kami civitas hospitalia berkomitmen siap membangun Zona Integritas dilingkungan RSUD Bayu Asih.

 

 


IMG_0588.jpg
26/May/2022

RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, pada tanggal 27-28 November 2019 yang lalu telah melaksanakan Verifikasi 1 Akreditasi SNARS Edisi 1 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan menugaskan dua orang Surveiornya untuk memverifikasi akreditasi rumah sakit kami.

Pada hari pertama kami melaksanakan telusur dokumen yang dibagi menjadi dua, surveior pertama untuk standar manajemen dan surveior kedua di standar medis dan keperawatan. Dalam jadwal yang dilampirkan pada surat dari oleh KARS, hari pertama itu melakukan kegiatan telusur dokumen dan dilanjutkan telusur lapang setelah ishoma, namun pada kenyataanya telusur dokumen membutuhkan waktu satu hari penuh.

Dan pada hari terakhir, yaitu hari kedua dimulai jam 08.00 WIB dengan langsung melakukan telusur lapangan, dimulai dari Pendaftaran, Klinik Rawat Jalan, IGD, Rawat Inap, Generator Oksigen, Genset hingga IPAL. Semua yang berkaitan dengan mutu pelayanan pasien tidak luput dari penelusuran surveior. Semua yang terlibat dalam verifikasi ini, pegawai, karyawan/ti RSUD Bayu Asih sangat antusias dalam menjalani setiap kegiatan verifikasi akreditasi ini dimulai dari telusur dokumen hingga exit conference pun masih semangat.

Di akhir acara, surveior berpesan bahwa akreditasi itu bukan setiap tahun, namun dilakukan setiap hari, tunjuk survieor dari internal rumah sakit untuk terus memonitor dan mengevaluasi implementasi regulasi yang sudah ada. Membuat jadwal telusur dokumen dan telusur lapangan dan dilaksanakan selayaknya penilaian akreditasi dan verifikasi per periode. Pertahankan yang sudah baik, tingkatkan yang masih belum diperbaiki.

Semangat akreditasi…..

RSUD Bayu Asih…. Profesional…..Bermutu…..Ramah….

Akreditasi….Paripurna, Yes..Yes..Yes..Yes..Yes……..


IMG_9266.jpg
26/May/2022

Serah terima Jabatan Ketua Komite Medik (KOMDIK) untuk periode 2019-2022 yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 November 2019 lalu, dilakukan penandatanganan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Direktur RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta dr. H. Agung Darwis Suriaatmadja, M.Kes. Ketua KOMDIK baru dr. Muhamad Eric Juniarto, Sp.OG akan mengemban tugas baru. Semoga amanah dalam menjalankan tugasnya.


Promkes.jpg
26/May/2022

Memperingati Hari Stroke Sedunia pada tanggal 29 Oktober 2019, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) beserta teman-teman dari KSM Neurologi menyelenggarakan penyuluhan yang dilakukan dengan  dr. Zuhaira Syam, Sp.S, M.Kes dan dr. Murti Astuti, Sp.S sebagai narasumber, dalam penyampain penyuluhan dilakukan disekitar klinik Syaraf dan Stroke RSUD Bayu Asih.

Sasaran penyuluhan ini lebih kepada pasien-pasien stroke, para pengunjung rumah sakit serta keluarga-keluarga pasien stroke yang sedang dirawat di RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.

Dalam penyampaiannya, dr. Zuhaira Syam, Sp.S, M.Kes menjelaskan tentang apa itu stroke, seberat apakah penyakit stroke dan bagaimana cara pencegahan serta mengetahui bagaimana gejala dan tanda-tanda stroke terjadi. Sedangkan dr. Murti Astuti, Sp.S lebih menjelaskan bagaimana penanganan Stroke Infark Akut.

Stroke adalah penyakit pembuluh darah Otak. Definis munurut WHO, Stroke adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa deficit neurologic fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.

Stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia. Menurut data WHO pada tahun 2011, stroke merupakan penyebab kematian kedua dan kecacatan dengan angka 6.15 juta kematian per tahun / 10.8% setelah penyakit jantung dengan angka 7.25 juta kematian per tahun/12.8 % dan penyebab kematian nomor satu menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Penyebab Stroke adalah karena terjadinya penyumbatan, penyempitan, serta pecahnya pembuluh darah yang menuju ke otak sehinga asupan darah dan juga oksigen menuju ke otak semakin menurun dan bisa menyebabkan serangkaian darii terjadinya reaksi biokimia yang bisa membuat sel-sel saraf otak menjadi mati.

Faktor- faktor resiko stroke, meliputi :

Yang tidak dirubah

  • Faktor usia
  • Fakto RAS
  • Faktor Jenis kelamin
  • Faktor riwayat keluarga stroke / TIA (Transient Ischemic Attack)
  • Yang dapat dirubah

Pada faktor ini dikelompokan menjadi 2 kelompok factor yang dapat dirubah, yaitu :

  1. Faktor kesehatan :
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Dislipidemi
  • Stenosis karotis
  • Penyakit Sickle Cell

2.  Faktor gaya hidup :

  • Merokok
  • Faktor diet
  • Obesitas
  • Inaktifitas fisik
  • Terapi hormon

 

 

Gejala dan tanda-tanda terjadinya stroke dengan mengingat slogan “SeGeRa Ke RS”;

  • Senyum tidak simetris atau mencong ke satu sisi, tersedak, dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan.
  • BicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.
  • Kebas atau baal, kesemutan separuh badan
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.

Langkah utama untuk mencegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke, antara lain:

  1. Mengatur Pola Makan

Hindari konsumsi garam yang berlebihan dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Jenis makanan yang rendah lemak dan tinggi serat sangat disarankan untuk kesehatan. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.

  1. Melakukan Olahraga yang teratur

Melakukan aktivitas fisik aerobic (jalan cepat, bersepeda, berenang dll) secara teratur minimum 3x/minggu dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki kebiasaan makan dan menurunkan berat badan.

  1. Menghentikan kebiasaan merokok

Bisa menyebabkan peninggian koagubilitas, viskositas darah, meninggikan TD, menaikkan Ht dan menurunkan HDL

  1. Menghindari Minum Alkohol dan Penyalahgunaan Obat-obatan terlarang

Penyalahgunaan obat seperti kokain, heroin penilpropanolamin dan mengkonsumsi alcohol dalam dosis berlebihan dan jangka panjang (abuse alcohol) memudahkan terjadinya stroke

  1. Penanganan Stres dan beristirahat yang cukup

Istirahat cukup dan tidur teratur (6-8 jam sehari).

Mengendalikan stress : berpikir positif, pekerjaan satu persatu, ramah. Mensyukuri hidup, mendekatkan diri pada Tuhan YME

  1. Pemeriksaan Kesehatan secara teratur dan taat anjuran dokter dalam hal diet dan Obat

Kontrol faktor resiko teratur : Peny. Jantung, Hipertensi, Dislipidemia, Diabetes.

Pengobatan teratur, diet dan gaya hidup sehat. Kesehatan gigi  dan mulut diperhatikan secara teratur.

Seperti pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Deteksi dini tentang gejala-gejala stroke, cegah dengan pola-pola hidup sehat dan semoga kita terus berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan terus diberikan kesehatan baik di dunia maupun di akhirat.

Salam sehat!


Larangan-Anak-Besuk.jpg
26/May/2022

 

Setiap rumah sakit selalu ada larangan anak tidak boleh dibawa ke ruangan, akan tetapi terkadang pengunjung tidak terima atau tidak mengerti kenapa anaknya tidak boleh dibawa masuk. Alasan pengunjungpun sangat klasik karena tidak ada yang menunggu si anak lah, si pasien ingin dijenguk oleh anak atau cucu kesayangannya atau alasan si anak ingin bertemu pasien (bapak/ibunya) karena kangen atau alasan lain yang memaksakan si pengunjung ingin membawa anaknya masuk ke ruangan perawatan.
Ada beberapa akibat jika orang tua memaksa ingin membawa anaknya masuk ke ruang perawatan untuk membesuk, ini penjelasan mengapa ANAK SEHAT DIBAWAH USIA 12 TAHUN DILARANG MASUK RUANG PERAWATAN :

1. Sistem Imunitas Belum Sempurna.
Anak memiliki sistem imunitas/kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga berisiko terkena infeksi nosokomial (HAIs = Healthcare Asosiation Infection) yang dapat disebarkan/ditularkan oleh pasien RS.

2. RS Tempat Berkumpul Orang Sakit.
Rumah sakit tempat berkumpulnya orang sakit, sehingga banyak penyakit berbahaya yang sangat mudah ditularkan dari orang sakit ke orang lain disekitarnya.

3. Bakteri RS Jauh Lebih Ganas.
Kuantitas dan kualitas serta ketahanan terhadap antibiotik dari bakteri dan kuman penyakit di rumah sakit menyebabkan bakteri di RS jauh lebih ganas dibandingkan bakteri yang sama ditempat umum lainnya.

4. Cross Infection.
Infeksi nosokomial bersifat Cross Infection yaitu dapat ditularkan dari petugas medis ke pasien, dari pasien ke pasien lainnya, dari pasien ke pengunjung rumah sakit, yang ditularkan melalui kontak langsung atau melalui udara/pernafasan.

5. Risiko Tertular Infeksi Sepulangnya dari RS.
Anak memiliki risiko lebih tinggi tertular infeksi sepulangnya dari rumah sakit (700.000 setiap tahunnya), hasil penelitian University of Iowa College of Medicine.

Jadi, jika orang tua lebih sayang kepada anaknya dan tetap ingin dalam kondisi sehat alangkah baiknya jika anak sehat jangan dibawa ke Rumah Sakit apalagi sampai masuk ke dalam Ruang Perawatan. Selalu perhatikan resiko terburuk terhadap anak, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Cegah anak anda untuk terhidar dari hal-hal terburuk jika berkunjung ke Rumah Sakit.

Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan di rumah sakit manapun.


IMG_7747.jpg
26/May/2022

ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) ke bayi yang baru lahir sampai usianya 6 bulan. Selama kurun waktu 6 bulan tersebut, bayi hanya diperbolehkan menerima ASI dan tidak diberikan makanan atau minuman lainnya, termasuk air putih. Bayi mulai diperkenalkan berbagai jenis makanan saat berusia di atas 6 bulan dengan tetap diberikan ASI.
Hal ini disebut sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Itulah mengapa sebaiknya pemberian ASI masih terus dilanjutkan sampai bayi genap berusia 2 tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan para ibu menyusui, diperlukan ruangan khusus untuk menyusui jika sedang berada diluar rumah atau berada di tempat-tempat pelayanan publik.
Pojok ASI atau Ruang Laktasi adalah sebuah ruangan khusus yang sengaja disediakan oleh institusi (perkantoran, perusahaan, tempat bekerja) yang memiliki fungsi untuk memberikan privasi bagi seorang ibu menyusui untuk memberikan ASI kepada bayinya.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta berkomitmen terhadap ibu yang memiliki bayi dan balita untuk mendapatkan hak privasi dan kenyamanan dalam memberikan ASI ekslusif selama 2 tahun dengan difasilitasinya Ruang Laktasi atau Pojok ASI pada OPD pelayanan publik.
Untuk di Kabupaten Purwakarta, RSUD Bayu Asih adalah lembaga pemerintah pertama yang memiliki Ruang Laktasi, dan ini akan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain untuk menyediakan Ruang Laktasi. Dan hari ini, ibu Bupati Anne Ratna Mustika telah meresmikan Ruang Laktasi di RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta.